RANGKUMAN BUKU “Pengantar Ilmu Komunikasi” PENGARANG : Dani Valdiansyah

RANGKUMAN BUKU “pengantar ilmu komunikasi” PENGARANG : dani valdiansyah
DI SUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MANDIRI "teori komunikasi"


DI SUSUN OLEH :
ANNA RELINNA
170410130014


JURUSAN ILMU PEMERINTAHAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS PADJADJARAN



RESENSI BUKU
·         Judul                      : PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI
·         Pengarang                   : Dani Vardiansyah, M.Si.
·         Cetakan ke – 1       : Juli 2004
·         Editor penerbit      : Risman F. Sikumbank
·         Pe nerbit                : Ghalia Indonesia
·         Tata Muka             : Azhar Ali dan Gatot Murtioso
·         Jumlah halaman     : 152 halaman

RESUME BUKU
          Saya akan merangkum buku yang berjudul “Pengantar Ilmu Komunikasi” yang ditulis oleh Dani Vardiansyah, M.Si. Awalnya yang melatar belakangi, memicu dan menginspirasi penyusunan penulis untuk menulis buku ini adalah dari sebuah seminar di Yogyakarta yang bertajuk “Up-grading – Teori Komunikasi: mencari akar, paradigma, perkembangan dan tantangan mengembangkan teori komunikasi di Indonesia”.  Pemikiran dasar yang di bangun saat penyusunan buku ini adalah bahwa suatu teori tentu bersifat universal.
          Dari ilmu-ilmu social murni berkembang sejumlah ilmu social terapan, sebagai aplikasi ilmu-ilmu social murni pada salah satu bidang telaah tertentu misalnya ilmu pendidikan, ilmu manajemen, dan ilmu komunikasi pun termasuk di dalamnya dengan mengaplikasikan konsep-konsep sosiologi, psikologi, ekonomi, politik dan antropologi. Dalam konteks inilah ilmu komunikasi bersifat interdisipliner dan multidisipliner. Serta mempunyai objek materialnya adalah manusia dilihat dari sisi tingkah laku dan prilaku sosialnya. Sedangkan objek formalnya yaitu bagaimana objek material manusia disoroti, mengkaji tentang penyampaian pesan yang di lakukan manusia dalam kehidupan sosialnya. Kata “komunikasi” berasal bahasa latin communis yang berarti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Akar katanya communis adalah communico yang artinya berbagi (Stuart, 1983). Dalam sejarah pertumbuhannya ilmu komunikasi lahir sejak retorika lahir sebagai pengetahuan kemudian berkembang bukan saja dalam tataran tatap muka dengan public tapi juga melalui media massa. Sedangkan yang menguraikan ringkasan peletak batu pertama ilmu komunikasi di amerika yang disarikan dari berbagai sumber yakni dari para tokoh ialah John Dewey, Charles H. Cooley, Robert E. Park, George H. Mead, Kurt Lewin, Nobert Weiner, Harold D. Laswell, Paul F. Lazarsfeld, Carl I. Hovland, Claude E. Shannon, Wilbur Schramm, Everett M. Rogers.
          Tiga unsure utama yang dapat kita bahas guna mengidentifikasi apakah suatu peristiwa merupakan bagian dari komunikasi yang kita kaji atau bukan. Ketiga unsure itu adalah usaha yaitu menggambarkan unsure kesengajaan adanya motif komunikasi yang menyebabkan seseorang dengan sengaja menyampaikan pesannya kepada manusia lain, begitupun sama halnya dengan buku ini yang menganut perspektif pesan-pesan yang disampaikan dengan sengaja, namun derajat kesengajaanya itu sulit ditentukan, kedua penyampaian pesan artinya ilmu komunikasi mempelajari hanya tentang pesan , bukan prilaku lainnya, dan yang terakhir yaitu antar manusia artinya adanya manusia sebagai pengirim pesan dan manusia lain yang bertindak sebagai penerima pesan. Adapun untuk dapat terjadi proses komunikasi minimal terdiri dari tiga unsure utama yaitu pengirim pesan ialah manusia yang berakal budi yang berinisiatif menyampaikan pesan untuk mewujudkan motif komunikasinya yang biasa kita sebut sebagai komunikator, kedua yaitu penerima pesan yang kita sebut komunikan ialah sebagai manusia berakal budi kepada siapa pesan komunikator ditujukan, dalam proses komunikasi utamanya dalam tataran antar pribadi, peran komunikator dan komunikan bersifat dinamis, saling berganti, dan yang terakhir yaitu lambing komunikasi di sebut juga bentuk pesan, yakni wujud konkret dari pesan, berfungsi mewujudkan pesan yang abstrak menjadi konkret, suara, mimic, dan gerak-gerik lazim digolongkan dalam pesan nonverbal, sedangkan bahasa lisan dan bahasa tulisan dikelompokan dalam pesan verbal.
          Saluran komunikasi itu sendiri ada dua yaitu yang pertama dengan langsung tatap muka kemudian melakukan aktivitas komunikasi melalui pertemuan tatap muka, forum, diskusi panel, rapat, ceramah, symposium, konferensi fers, seminar, sedangkan yang kedua yaitu dengan media yakni dibagi dua yaitu pertama media massa yang bersifat periodic meliputi elektronik contohnya radio, TV, film dan melalui cetak contohnya surat kabar, majalah juga bersifat non perodik meliputi manusia contohnya SPG, juru kampanye dan melalui benda contohnya spanduk, umbul-umbul, leaflet, booklet, yang kedua yaitu non media massa dibagi dua juga yakni manusia ialah kurir/ massanger sedangkan keduanya yaitu benda yang bersifat elektronik ialah telepon dan fax, sedangkan yang bersifat non elektronik yaitu surat.  Setelah terjadinya komuikasi akan membawa efek yang bersifat kognitif yaitu tahu, afektif yaitu sikap setuju/ tidak setuju, dan yang terakhir bersifat konatif yaitu tingkah laku nyata, yang selanjutnya terjadi umpan balik dari keduanya .
          Komunikasi selalu muncul dalam konteks, yakni suatu setting atau situasi tertentu. Konteks komunikasi dibagi dengan berbagai cara , tergantung kstegori yang kita gunakan, misalnya berdasarkan kategori jenis muatan pesan, komunikasi dapat di bagia atas komunikasi politik, komunikasi bisnis, komunikasi kesehatan, komunikasi social, dan sebagainya, tataran komunikasi itu sendiri yaitu komunikasi massa, kemudian organisasi, public, kelompok, selanjutnya antarpribadi dan yang terbawah yaitu komunikasi intrapribadi.
          Setelah kita membahas tataran komunikasi dan mengkajinya atas unsure-unsur komunikasi, maka dapat kita simpulkan yaitu pertama di lihat dari jumlah komunikator ialah semakin rendah tataran komunikasi - utamanya mulai dari tataran antar pribadi – semakin sedikit jumlah komukatornya berlaku juga sebaliknya, dilihat dari sifat semakin rendah tataran komunikasi, pesan semakin tidak berstruktur dan informal berlaku juga sebaliknya, dilihat dari saluran media komunikasi ialah semakin rendah tataran komunikasi, semakin probadi medium komunikasi yang digunakan, yakni berupa surat atau telepon berlaku juga sebaliknya, dilihat dari jumlah komunikan ialah semakin rendah tataran komunikasi semakin sedikit jumlah komunikan, begitupun sebaliknya, dilihat dari efek konatif ialah semakin rendah tataran komunikasi – semakin mudah efek konatif- yakni perubahan tingkah laku- dicapai begitupun sebaliknya, dilihat dari kesegaran umpan balik ialah semakin rendah tataran komunikasi – semakin segera umpan balik dapat di terima oleh komunikator begitu juga sebaliknya, dan yang terakhir dilihat dari pola hubungan komunikator – komunikan ialah semakin rendah tataran komunikasi, pola komunikasi semakin bersifat dinamis dan sirkuler, peran komunikator dan komunikan terus dipertukarkan berlaku juga sebaliknya.
          Manusia adalah makhluk yang memiliki hati nurani, akal, budi dan naluri di sebut juga sebagai peralatan rohani yang bekerja secara stimulant, interaktif, saling memperngaruhi, terus menerus sepanjang hidup manusia pemilikinya, menghasilkan sejumlah hasil kerjaperalatan rohani yaitu falsafah hidup, konsepsi kebahagiaan motif komunikasi dan pesan yang disampaikan dengan melakukan tindak komunikasi, khususnya dalam buku ini akan membahas tentang motif komunikasi, pesan, akal dan budi, selebihnya akan di bahas di buku selanjutnya. Penyampaian pesan merupakan usaha untuk mewujudkan motif komunikasi yang menggunakan akal dan budi. Kemampuan dalam menggunakan akal dan budi ketika menyusun dan menyampaikan pesan menentukan sampai dimana anda akan mewujudkan motif komunikasi.
          Dengan membahas tiga dimensi utama pesan yaitu bentuk-makna-penyajian maka terdapat beberapa hal prinsip yang dapat kita simpulkan yaitu pertama bentuk pesan yang sama dapat memiliki makna pesan yang berbeda misalnya lambang komunikasi acungan jempol bagi orang india berarti buruk sedangkan bagi orang Indonesia berarti baik, kedua yaitu makna pesan yang sama dapat di sampaikan dalam bentuk pesan yang berbeda misalnya ketika seseorang lapar dengan komunikasi bahasa tubuh anda akan menepuk perut makna pesan yang sama juga seseorang menyampaikannya dalam lambang komunikasi lisan “saya lapar”, ketiga makna pesan yang sama disampaikan dalam berbagai struktur penyajian pesan misalnnys dalam ujian 2 orang mahasiswa menjawab 1 pertanyaan yang sama dengan runtun struktur jawaban berbeda dengan apa yang tertlis dalam buku teks ataupun antar mereka sendiri, tetapi keduanya mendapat nilai 100 karena makna kandungannya sama, tidak berbeda, selanjutnya keempat yaitu makna pesan sangat tergantung pada cara penyajian pesan misalnya bagaimana cara anda menyampaikan maaf akan sangat menetukan apakah permohonan maaf anda itu akan di terima atau tidak, dan yang terakhir yaitu pesan adalah satu kesatuan sebagai ilmu komunikasi cenderung sistematik sebagai pengetahuan ia humanistic.
          Tahapan proses komunikasi diasumsikan bermula sejak motif komunikasi terbentuk, yakni agar dapat melakukan pemfokusan mendalam pada proses penyampaian pesan antar manusia. Adapun 7 tahapan proses komunikasi yaitu (1) proses penginterpretasian pesan (interpreting) sebagai upaya mewujudkan motif komunikasi dalam diri komunikator, (2) proses penyandian (encoding), yaitu usaha mengubah pesan yang abstrak menjadi konkret, berupa proses pembentukan dan pemilihan lambang komunikasi sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan (3) proses pengiriman (transmitting) pesan dalam bentuk lambang komunikasi oleh komunikator, (4) proses perjalanan pesan dalam bentuk lambang komunikasi dari komunikator ke komunikan, dengan atau tanpa media (5) proses penerimaan (receiving) lambang komunikasi pada diri komunikan, (6) proses penguraian lambang komunikasi kembali kepada pesannya (decoding) oleh komunikan, serta (7) proses penginterpretasian pesan (interpreting)- denotif dan konotatif sebagaimana dimaksud komunikator yang terjadi dalam diri komunikan. Tindak komunikasi, indikasi utama komunikasi adalah segala perbuatan yang di lakukan komunikator dalam usahanya menyampaikan pesan kepada komunikan guna mewujudkan motif komunikasinya. Misalnya ketika seorang gadis di culik, kemudian gadis itu menulis surat tanpa diketahui penculiknya “tolong”! lalu ia melemparkannya ke bawah, ia tidak tahu siapa yang kan menerima pesannya di bawah sana. Gadis itu adalah komuniaktor, ia tidak mengenal komuniaknnya. Target komuniakanya siapa saja yang menemukan surat itu. Dengan melakukan tindak komunikasi maka ia telah berkomunikasi akan tetapi komunikasi tidak harus memiliki umpan balik.
          Gangguan komunikasi diartikan sebagai suatu keadaan dimana proses komunikasi berlangsung tidak sebagaimana harusnya. Dalam proses komunikasi terdapat tujuh titik rawan yang memiliki peluang mengalami gangguan yaitu pertama pada akal budi komunikator ketika menjalani fungsi penginterpretasian, kedua pada akal budi komunikator ketika menjalani proses penyandian, ketiga pada peralatan jasmaniah ketika menjalani fungsi pengiriman, keempat pada saluran/media komunikasi, kelima pada peralatan jasmaniah komunikan ketika menjalani fungsi penerimaan, keenam pada akal budi komunikan ketika menjalani fungsi penyandian balik, dan yang terakhir yaitu ketujuh pada akal budi komunikator ketika menjalani fungsi penginterpretasian. Berdasarkan pemahaman atas tujuh titik gangguan komunikasi, maka ilmu komunikasi umunya mengelompokan 2 gangguan utama yaitu gangguan teknis dan semantic juga gangguan miscommunication dan misunderstanding.

          Hal-hal yang perlu di pertimbangkan dalam pemilihan media massa antara lain sebagai berikut yakni kebutuhan luas jangkauan dan kecepatan penetrasi, kebutuhan pemeliharan memori, kebutuhan jangkauan khalayak yang selektif, kebutuhan jangkauan khalayak local, kebutuhan frekuensi tinggi, kebutuhan gerak, kebutuhan warna, kebutuhan deskripsi. Kata kunci komunikasi efektif adalah sejauh mana komuniaktor mampu berorientasi kepada komunikannya. Dalam konteks inilah kita berbicaar efektivitas dan efisiensi komunikasi, dalam jangka pendek komunikasi efektif belum tentu efisien sedangkan dalam jangka panjang komunikasi efektif pasti efisien. Jika harus memilih pilihlah yang efektif bukan efisien.

. Bookmark the permalink.

Leave a Reply